Heyyyy, masi ingat cerita waktu di Cirebon?

…anoman si kethek putih, sowan taman shinta dijak mulih, konangan indrajit lan patih, Eeee ora wedi getih…
Sepenggal lagu Anoman Obong itu selama bulan September hingga November kerap menggema di auditorium UPN “V” Yogyakarta. Kenapa?? Yah, karena memang itu lagu yang akhirnya dinyanyikan oleh tim Paduan Suara Mahasiswa UPN “V” Yogyakarta dalam mengikuti festival paduan suara se-jawa bali pada tanggal 28 November 2009 yang diadakan oleh SMA K Penabur Cirebon. Sebenarnya banyak cerita dari keberangkatan tim VP yang akhirnya berbalik arah untuk mengikuti lomba di Cirebon. Cerita yang kalau diingat-ingat malah bikin BT sendiri. Tapi ga apa-apa, semua yang telah terjadi kemarin, biarpun diterima dengan berat hati, tapi tetap dijadikan pelajaran berharga buat tim VP. Kembali ke lomba, selain lagu Anoman Obong, tim VP juga membawakan lagu Yamko Rambe Yamko loh.
Seperti biasa, proses latihan rutin akan menjadi lebih rutin kalu udah mendekati hari lombanya. Latihan dimulai jam setengah 5, dan biasanya bisa selesai sampai jam 9an lah. Hati-hati aja buat yang ga bisa jaga kondisi, baik fisik maupun mental, nanti pasti bisa muncul keluhan di tengah jalan..hehehe. Tapi tidak untuk tim VP waktu itu. Sekalipun satu sama lain tau bahwa masing-masing punya rasa capek tersendiri, tapi tim VP tetep bisa bikin suasana latihan jadi lebih menarik. Yah, kita ambil contoh 2 manusia paling atraktif dan hiperaktif di VP, siapa lagi kalau bukan Dona dan Iwan. Duo manusia antik yang punya polah di luar standar manusia hidup pada umumnya. Sayangnya, kita semua memang harus mengakui, bahwa dua makhluk ini adalah pilar-pilar yang bisa bikin suasana latihan makin rame. Ada-ada aja guyonan yang muncul dari mulut mereka, dan ada-ada aja polah yang mereka lakukan. Dona sendiri, biarpun tingkah lakunya lebay, tapi pada kesempatan kali ini dia mendapat tugas mulia untuk menjadi solis pada lagu Anoman Obong (akhirnya ya Don? Setelah sekian lama menanti??hehehe). Untuk lagu Yamko Rambe Yamko, solis dipegang oleh Ronald Pakiding. Materi dari lagu yang tim VP bawakan cukup menarik dan simple, dalam artian tidak begitu rumit untuk dipelajari. Yang membuat semuanya jadi rumit adalah koreografinya..hehehe. Karena memang lagu daerah, secara otomatis koreo yang dibawakan juga bernuansa daerah..dan ga semua tim VP bisa dengan mahir menari tradisional. Tapi justru di situlah letak ramainya. Tiap latihan, ada yang salah, pasti bisa jadi bahan motivasi sekaligus bahan becandaan anak-anak. Oya, anggota baru juga ada beberapa yang dilibatkan dalam festival ini loh. Bukan berarti karena mereka anggota baru lalu kualitasnya berada di bawah anggota-anggota lama ataupun pengurus. Jangan salah! Justru banyak yang harus dipelajari dari anggota-anggota baru VP.
Lomba diadakan pada tanggal 28 November 2009. Tapi pukul 27 November 2009 malam, seluruh tim berangkat menuju kota Cirebon. Jam tujuh teng pasukan VP berangkat.(nunggu bis)
Mungkin bukan Vocalista Paradisso namanya kalau selama perjalanan tidak ribut, Mas Tunggul sendiri yang ditunjuk sebagai GM sampai kewalahan buat memperingatkan seluruh anggota supaya save suara. Salah satu saran penting, yang bisa dijadikan bahan buat ke depannya jika tim VP akan lomba lagi di luar kota adalah : jangan lupa bawa selimut. Kenapa? Yaps, malam itu di bus semuanya kedinginan gara-gara AC. Ini ga tau pad anorak, apa memang ACnya yang kelewat dingin. Sebetulnya, rasa di hati tuh pengen banget bercanda, ketawa-ketawa, nyanyi-nyanyi, teriak-teriak kaya biasanya, tapi apalah daya, mata mba Nana sang ketua PSM sudah memicing tajam kalau ada yang bersuara sedikit saja. Maksudnya baik sih, biar suaranya ga hilang pas lomba nanti. Saking protectnya, Mba Nana sampai duduk di bangku belakang sendiri, di tengah pula, memantau semuanya..mantap abesssszzz!!! Alhasil, gang rame di belakang termasuk Iwan, diem seribu bahasa, yang ada kita semua malah smsan ngomongin Mba Nana, padahal satu bus (hahaha, maaf seribu maaf Mba kalau baca tulisan ini).
Jam setengah empat pagi, rombongan sampai di hotel tempat menginap. Hotel Cirebon Indah namanya. Ga ada kata lain selain tidur, merebahkan diri di kamar setelah sampai di hotel. Ini dampak dari tidur ga tenang di dalam bus tadi. Tapi itu tidak berlangsung lama, sekitar jam setengah tujuh, Mas Tunggul udah gedor-gedor pintu membangunkan seluruh tim. Ada GR pagi jam delapan di lokasi lomba. Walaupun lokasi hotel dan tempat lomba memang tidak lebih dari 10 menit perjalanan, tapi Mas Tunggul tetap bersikeras kita jangan sampai telat. Dengan kaus tim putih, tim VP bersiap GR setelah sarapan pagi. Di tempat lomba sendiri sudah banyak tim-tim lain yang datang, tidak sedikit tim yang juga pernah bertemu dengan tim VP di festival sebelumnya (ajang reuni lah).
Singkat cerita, GR berjalan lancar, dengan bonus : Iwan dan Taufik yang pake acara jatuh waktu GR..hahahaha, entahlah apa yang mereka berdua pikirkan sampe jatuh begitu. Mungkin saking semangatnya karena di depan mereka ada Sisie, alto yang paling mantap nan seksi (okelah ya Sie??hehehe).
Sepulangnya ke hotel, semua langsung siap-siap karena malamnya harus tampil. Dan OMIGOD!! Tim VP dapat nomor undian dua, ini bukan perkara tidak siap tampil atau grogi. Tapi lebih ke make up-nya, kira-kira kekejar atau nggak ya? Langsung lah, seluruh pasukan, terutama yang perempuan siap-siap.(tim make up)
Kali ini tim VP tidak hanya direpotkan dengan make up saja, tapi juga dengan kostum yang super duper ribet dan rangkep-rangkep. Nggak bisa sekali jadi, harus ada prosedur khusus pemakaiannya. Yang kalau tidak hati-hati, bisa membahayakan diri sendiri (seperti contoh : jarik lepas di panggung). Nggak lucu kan??
Akhirnya, persiapan selama satu bulan lebih ini terbayar juga. Bukan tentang bagus atau tidak, tapi tim VP sudah menampilkan yang paling maksimal malam itu. Tentu diawali dengan doa, dengan niat dan tujuan yang baik, yakin lah hasil yang ditampilkan juga baik.
Lagu pertama Yamko Rambe Yamko cukup memuaskan, apa yang dipelajari selama ini bisa ditampilkan dengan baik waktu itu. Tapi di lagu kedua??Upss…jangan ditanya, dari segi suara oke banget kok. Dari segi koreo, kalaupun ada salah di beberapa tempat, ya maklum lah, kan kemampuan tiap orang itu beda-beda. Yang bikin lucu adalah, Mba Dona yang kita kenal dengan kepiawaiannya dalam hal ‘lebay’ dan dangdut. Dan as we know, malam itu dia jadi solis Anoman Obong, jeng jeng jerejeeeeeng….dia lupa melepas rumbai-rumbai di kepalanya, yang sebenarnya, rumbai-rumbai itu hanya digunakan untuk lagu Yamko saja. Bisa dibayangkan lah, kita menyanyikan lagu Jawa, tapi rumbai-rumbai ala papua. Nggak papa, itu bukan suatu masalah. Toh, tim VP bisa pulang dengan menyabet peringkat keenam. Mungkin memang bukan yang pertama, tapi itulah yang terbaik yang kami punya. Yang jelas, ada kenangan dan ada pengalaman yang bisa tim VP bawa pulang dengan senyuman. Lomba itu kan bukan perkara menang atau kalah saja, tapi juga usaha dan semangat. Dan tim VP punya dua hal itu.
Keesokan paginya tim VP pulang ke Jogja. Tapi disempet-sempetin cari oleh-oleh dulu, di salah satu pusat oleh-oleh yang ada di kota Cirebon. Satu hal : ternyata Cirebon lumayan panas kotanya. Perjalanan pulang kali ini, jauh..jauh…dan jauh lebih rame daripada keberangkatan. Ya iyalah, sekarang semuanya udah bebas buat bersuara. Oke, di sinilah dimulai aksi Dona dan Iwan, duo autis kitaa!! Dari yang namanya duet dangdut, duet melayu, sampai lagu konser dibabat habis oleh mereka. Heran juga, kenapa dua makhluk itu baterenya nggak habis-habis ya? Satu lagi, sepertinya kurang lengkap kalau tim VP tanpa cinta lokasi..ehem..ehem…Suiiittt, suiiiittt, siapakah mereka? Wanita berinisial VD dengan laki-laki bernisial YC, dan satu lagi JC dan CP..Hahaha, biasa lah, perjalanan nggak seru kalau nggak ada yang dikerjain. Yah, empat orang yang tersebutkan tadi lah yang menjadi korban Dona untuk dikerjain.
Sippp!! Perjalanan kali ini bener-bener menyenangkan. Tim VP is the best lah pokoknya!! Menang itu memang harapan dan tujuan, tapi kebersamaan dan persaudaraan adalah suatu keharusan!! Viva Vocalista!!!


